Talkshow Dahsyat di Gramedia Matraman, 14 Maret 2010

Talkshow Dahsyat di Gramedia Matraman

Ditulis Oleh Newsroom, Visi Media
Senin, 15 Maret 2010
ImageBagi masyarakat yang masih awam, fenomena hipnosis dan otak tengah masih mengundang banyak tanya. Maka tak heran bila muncul aneka anggapan negatif tentang keduanya. Setidaknya, bagi sebagian orang, hipnosis diasosiasikan dekat dengan kejahatan dan suatu yang sebatas hiburan saja (hypnosis stage). Sementara aktivasi otak tengah, ada yang menganggap sebatas akal-akalan bisnis saja. Malah ada yang menilai tidak lebih sama dengan hipnosis. Anak yang telah diaktifkan otak tengahnya sebenarnya dihipnosis. Benarkah?Untuk meluruskan salah kaprah tadi, digelarlah Talkshow Dahsyat dengan mendatangkan dua penulis dalam bidang yang berkaitan. Mereka adalah Andri Hakim, salah satu penulis buku Dahsyatnya Hipnosis dan Hartono Sangkanparan, penulis Dahsyatnya Otak Tengah. Talkshow yang dipandu Moelyono, pemimpin redaksi Visimedia ini berlangsung di Gramedia Matraman Lantai Satu, Minggu, 14 Maret 2010.

Hipnosis sebenarnya kondisi saat seseorang mudah menerima saran dan sugesti. Contohnya di kelas saat guru menjelaskan pada muridnya, dan si murid mudah mencerna apa yang diajarkan guru, itulah hipnosis. Contoh lain ketika kita menikmati saat membaca novel, dan lainnya. Jelas Andi Hakim membuka diskusi yang dipadati puluhan orang itu.

Dalam sesi tersebut Andri Hakim juga menjelaskan mekanisme hipnosis yang melibatkan tiga faktor: kinestetis, audiotori, dan visualisasi. Faktor kinestetis berkaitan dengan perabaan, audiotori terkait suara, dan visualisasi terkait pencitraan (termasuk membayangkan sesuatu).

Andri melanjutkan, dalam keadaan hipnotis, kondisi otak berada dalam gelombang alpha yang memudahkan diberi saran dan sugesti positif. Termasuk mengeluarkan emosi-emosi negatif. Di sinilah manfaat dari hipnoterapi.
Di sela-sela sesi tanya jawab, Andri menyarankan agar para orangtua belajar hipnosis, agar komunikasi dengan lebih mudah dan anak mudah diberi saran dan nilai-nilai positif. Tip memberikan nilai-nilai positif pada anak sebaiknya dilakukan saat anak santai, misalnya sedang nyaman menonton televisi atau mau beranjak tidur.

Otak Tengah

Mengenai otak tengah, Hartono menunjukkan bahwa otak tengah memang terletak pada posisi tengah. Fungsinya sebagai penyeimbang otak kiri dan otak kanan. Untuk mengaktifkan otak tengah dibutuhkan ahli atau profesional—dalam hal ini GMC (Genius Mind Consultancy) sebagai pemegang lisensi aktivasi otak tengah.

Ada persamaan antara otak tengah yang telah aktif dan kondisi orang yang terhipnosis. Salah satunya untuk sampai ke ‘sana’, otak perlu dalam kondisi gelombang alpha, alias rileks dan tenang.  Dalam keseharian otak manusia kebanyakan berada dalam kondisi beta, alias masih dalam pikiran ‘terpencar’.

Saat menanggapi, pertanyaan  peserta tentang aktivasi otak tengah yang menurutnya hanya akal-akalan saja, Hartono menjawab, sudah ribuan anak diaktifkan otak tengahnya. “Bila ini suatu kebohongan tentu butuh strategi yang jitu untuk membohongi ribuan orang. Bila ini suatu penipuan tentu tidak akan bertahan lama,” tambahnya. Aktivasi otak tengah sendiri berlisensi GMC.

“Untuk menguji apakah si anak sudah teraktivasi otak tengahnya, medium kartu banyak digunakan. Selain mudah dibawa, kartu juga mewakili angka, warna, dan bentuk,” jelas Hartono saat menjawab pertanyaan mengapa kartu sering digunakan di GMC.

Dalam talkshow ini, antusiasme pengunjung terlihat saat sesi tanya jawab. Mereka berebut kesempatan untuk bertanya pada kedua penulis. Usai talkshow banyak peserta dan pembeli buku Dahsyatnya Hipnosis, Dahsyatnya Otak Tengah yang masih penasaran dan bertanya pada kedua penulis. Setidaknya, terjawab juga kebingungan antara hipnosis dan otak tengah.

Sekadar informasi buku Dahsyatnya Otak Tengah dan Dahsyatnya Hipnosis tercatat masuk jajaran buku bestseller di Indonesia.

Image
Image
Image