Sepuluh perbuatan terlarang yang perlu dihindari oleh Orang Tua kepada Anak

wisdom hypnotherapy 5

www.Wisdomhypnotherapy.com – Anak merupakan salah satu Mahakarya Tuhan yang patut kita syukuri sebagai anugrah yang paling indah di dunia ini. Menumbuhkembangkan anak merupakan tugas mulia yang harus diemban oleh orang tua agar sang Anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan cita-cita dan harapan bangsa dan Negara. Pembinaan dan pengarahan kedua orang tua merupakan kunci keberhasilan dalam menjadikan Anak cerdas baik secara intelektual, mental, emosional, dan spiritual.

Untuk itu, perlu adanya rambu-rambu yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik dan menumbuhkembangkan anak. Tulisan saya berikut ini akan menggambarkan kebiasaan yang seringkali terjadi dan sepatutnya harus dihindari oleh orang tua kepada anaknya:

  1. Kurang mempercayai anak  : Orang tua terkadang tidak memberikan keleluasaan kepada anak sejak ia belia dan selalu menganggap bahwa seorang anak adalah makhluk yang tidak berdaya dan perlu selalu diberi bantuan.
  2. Selalu Mengarahkan  : Orang tua terkadang menganggap seorang anak belum tahu apa-apa dan selalu membutuhkan pengetahuan, informasi yang akan disampaikan oleh kedua orang tuanya. Hal ini membuat anak menjadi kurang kreatif dan selalu menunggu apa yang akan diarahkan oleh orang tua
  3. Kurang memberikan perhatian : Dengan kesibukan sehari-hari, orang tua lebih mementingkan bisnis, karir maupun  jabatan, hal ini membuat anak menjadi “warga kelas dua” dirumahnya sendiri. Ia merasa dalam kesendirian dan selalu ingin mencari perhatian, namun bisa dengan perbuatan baik, maupun perbuatan yang buruk.
  4. Tidak peduli keberadaan anak : Hal ini dapat terjadi apabila orang tua terlanjur memiliki banyak anak. Terkadang dalam proses membesarkan anak, orang tua tidak mampu memberi kasih sayang dengan porsi yang sama besar. Bahkan orang tua tidak peduli lagi kepada anak dikarenakan kuntitas yang terlalu berlebih. Hal lain yang menjadikan orang tua tidak peduli kepada anak, seperti adanya pemikiran bahwa anak yang dilahirkan adalah anak yang ” terlanjur” dikandung. Sehingga hubungan antara orang tua dengan anaknya kedepan menjadi tidak / kurang harmonis.
  5. Selalu memenuhi keinginan anak. Terkadang sebuah bentuk kasih sayang anak adalah memberi perhatian “lebih” kepada anak, terlebih orang tua tersebut hanya memiliki satu anak saja. Namun selalu memenuhi keinginan anak dapat beresiko apabila terjadi kondisi dimana keinginan anak tidak dapat dipenuhi lagi oleh orang tuanya. Biasanya permasalahan tersebut akan timbul pada saat anak kelak tumbuh dewasa.
  6. Tidak pernah memuji Anak. Mind Set orang tua terkadang menganggap anak tidak lebih baik daripada orang tuanya. Inilah yang membuat sebagian orang tua merasa bahwa sebaik-baiknya apa yang telah diperbuat oleh anak, merupakan hal yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu ada sebagian orang tua yang “lupa” memberikan pujian yang dapat memotivasi anak untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
  7. Senang Menghukum Anak. Terkadang kita menemui anak yang terlalu aktif, ribet dan selalu menjadi pembuat masalah. Pandangan inilah yang membuat orang tua menjadi geram dan tidak terkontrol secara emosi sehingga setiap ucapan yang diarahkan kepada anak bersifat otoriter dan makian. Kondisi ini dapat dicerna oleh seorang anak sebagai kekesalan diri yang dipendam dan akan dikeluarkan pada saat ia memiliki kesempatan untuk membalas kekesalan dan rasa sakit hatinya.
  8. Senang Mengejek Anak. Mengejek bisa identik dengan canda dan tawa. Namun hati-hati bagi anak-anak yang masih belum bisa membedakan antara ejekan dengan canda dan tawa. Hal ini biasanya tidak disukai oleh anak yang dalam kategori ” introvert” alias tidak mau mengungkapkan semua perasaannya. Bentuk canda yang kurang pas dapat diartikan sebagai ejekan yang menimbulkan perasaan sedih dan minder pada anak.
  9. Menggunakan kosa kata dewasa kepada anak. Orang tua terkadang lupa kapan ia harus mengatur kata-katanya khusus kepada anak. Bahasa-bahasa orang dewasa terkadang menjadi materi yang langsung disimpan dalam memori, ditiru dan diaplikasikan kepada teman sebayanya. Hal inilah yang membuat anak terlihat tidak etis pada saat ia berkomunikasi dengan lawan bicaranya.
  10. Berpikir dewasa saat berkomunikasi dengan Anak. Pikiran anak pasti akan selalu berbeda dengan pikiran orang dewasa. Hal inilah yang harus disikapi oleh orang tua, bahwa berpikirlah anak anak saat anda berkomunikasi dengan anak Anda, dan berpikirlah dewasa saat anda berkomunikasi dengan orang dewasa. Dan perlu diinginkan jangan membalikkan kondisi.

Dengan menghindari sepuluh kebiasaaan para orang tua kepada anak, diharapkan semua anak Indonesia menjadi anak yang cerdas, baik jasmani maupun rohani, memiliki pemikiran yang brilian disertai dengan hati nurani dan budi yang luhur.

Salam keberuntungan

Andri Hakim

www.wisdomhypnotherapy.com