Pentingnya Ilmu Bahasa Tubuh Agar Sukses beraktivitas setiap hari

verbal

www.wisdomhypnotherapy.com – Kemampuan menginterpretasikan bahasa tubuh merupakan kemampuan yang harus terus diasah, bahkan  diajarkan kepada setiap manusia. Saat Anda berbicara kepada lawan bicara Anda dan tiba-tiba wajahnya berpaling dari pandangan Anda, jangan cepat-cepat menyimpulkan bahwa ia tidak nyaman dengan Anda. Begitu juga saat  seorang anak yang tiba-tiba menjadi pendiam sepulang dari sekolah. Sebaiknya, para orangtua jangan memandang hal itu sebelah mata.

Jika seorang guru yang mampu memahami dan mengamati salah seorang anak didiknya sering merenung atau tidur di kelas, berarti ia sudah mulai mampu menginterpretasikan bahasa tubuh.  Sebenarnya, sebuah kegelisahan, ketidaknyamanan, ketakuatan, dan keresahan direfleksikan ke dalam sebuah bahasa tubuh seseorang secara otomatis. Hanya saja, sering kali, kita kurang memahami, bahkan kurang peka terhadap kondisi yang sedang terjadi.

Saat sang buah hati penulis lahir di Sidoarjo, penulis mulai memahami makna sebuah bahasa tubuh. Seorang bayi yang lahir di dunia ini mampu memberikan sebuah sinyal-sinyal komunikasi yang sangat jelas dan nyata kepada lingkungan sekitarnya. Hanya saja, apakah lingkungan di sekitarnya mampu untuk menginterpreatasikan atau mengartikan secara tepat apa yang menjadi keinginan dan kondisi seorang bayi.

Walaupun antara satu bayi dan bayi yang lain tidak memiliki kesamaan dalam mengekspresikan keinginannya, keras dan lemahnya tangisan bayi yang diikuti dengan gerakan-gerakan khusus, sebaiknya mulai dipelajari. Hal itu bisa dijadikan  sebagai latihan menginterpretasikan keinginan dan maksud bayi kepada  kedua orangtua.

Hal yang luar biasa adalah seorang bayi mampu menginterpretasikan bahasa tubuh kedua orangtuanya. Seorang bayi bisa memilih mana yang sayang dan peduli dan mana yang kurang peduli terhadap dirinya. Hal itu terjadi karena adanya komunikasi bawah sadar antara bayi dan lingkungan sekitarnya. Walaupun komunikasi berupa verbal belum ia kuasai dengan sempurna, komunikasi secara nonverbal (dengan melihat gerakan-gerakan tubuh orangtuanya) telah dikuasai seseorang sejak bayi lahir.

Kemampuan menginterpreatsi bahasa tubuh sering kali terhapus dan hilang seiring dengan proses tumbuh kembang anak. Hal itu bisa disebabkan oleh proses tumbuh kembang anak lebih ditekankan tentang bagaimana berkomunikasi lewat bahasa seharihari.

Kalimat yang sering dilontarkan oleh orangtua kepada anak, antara lain:

  • “Ngomong dong, Dek….”
  • “Kalau ngomong, yang keras ya, Dek”
  • “Yang jelas dong, Dek, kalau ngomong.”

Kemampuan menginterpretasi bahasa tubuh mulai tumbuh pada saat seseorang masuk dalam sebuah lingkungan baru. Saat
ia mulai beradaptasi, tiba-tiba saja, ia piawai dalam kemampuan berkomunikasi secara nonverbal. Sebagai contoh :

  • ia mulai bisa menilai apakah orang ini baik atau buruk;
  • apakah ia bisa menjadi teman baik atau tidak;
  • apakah orang ini sayang sama padanya atau tidak;
  • apakah ia guru yang killer atau guru yang baik.

Seorang seniman Hipnoterapi yang baik harus mampu melihat perubahan gerakan fisiologis seseorang sebagai pendukung informasi untuk menjalin sebuah komunikasi kepada lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, saat teman Anda terlihat murung dan sedih, sinyal tersebut dijadikan masukan untuk memilih kata-kata yang dapat membuatnya bersemangat dan ceria kembali. Saat Anda melihat sinyal anak Anda sepulang dari sekolah—muka yang murung dan tidak bersemangat—tanpa bertanya mengapa dia murung, segera  siapkan segelas minuman dingin atau hangat yang memberikan  efek penyembuhan sebelum Anda berkomunikasi secara pribadi dengan anak Anda. Seorang guru yang bisa menginterpretasikan wajah murid muridnya akan mudah mengatur suasana kelas menjadi lebih kondusif dalam sebuah proses belajar-mengajar.

Salam Keberuntungan, Salam Wisdom Hypnotherapy