Pengalaman Ibu Intan (Nama Samaran), Mengatasi gangguan Psikosomatis, Usia 37 Thn, di Duren Sawit, Jakarta

AndriHakim96

Pada akhir tahun 2007 adalah  kali pertama saya mengetahui tentang hiponosis, terutama dalam praktek terapi yang kemudian dikenal sebagai hipnoterapi. Pada saat itu saya mengeluhkan perasaan tidak nyaman dan nyeri disekitar dada saya, yang mana setelah serangkaian tes yang saya lalui, dokter ahli jantung menyatakan tidak ada sesuatu yang serius yang mengarah pada penyakit berbahaya. Dokter jantung tersebut mengatakan bahwa gejala yang saya rasakan adalah gejala psikosomatis dan beliau menyarankan agar saya mengunjungi psikolog untuk berkonsultasi. Kemudian dengan berjalannya waktu, saya mendapatkan informasi mengenai hipnoterapi dan tertarik untuk menggunakannya sebagai terapi untuk mengatasi gejala psikosomatis tersebut.

Saya tertarik menggunakan hipnoterapi karena saya yakin ada sesuatu yang harus dibenahi dalam pikiran saya, karena saya cenderung memikirkan sesuatu dengan prasangka jelek (negative thinking) sehingga menimbulkan kecemasan yang berlebihan. Awal tahun 2008 mulailah saya menjalani sesi hipnoterapi dengan Mas Andri Hakim, pada saat itu saya berkomitmen dengan diri saya sendiri untuk memberikan informasi secara lengkap dan detail mengenai permasalahan yang saat itu sedang saya hadapi maupun bagian kejadian pada masa lalu yang mengganggu perasaan saya.

Pada sesi pertama, Mas Andri (ijinkan saya untuk menyebutnya kemudian sebagai “terapis”) mencoba memberikan informasi pengenalan mengenai hipnoterapi dan mencoba membangun chemistry antara saya sebagai client  dan dia sebagai terapis. Setelah chemistry terbentuk, mulailah terapis melakukan tes sugestivitas untuk mengetahui level sugestif saya. Beberapa arahan diberikan lantas dari situlah terapis dapat mengetahui dan memahami level sugestivitas dan komunikasi saya sebagai subjek. Terapis kemudian mencoba mengurangi kecemasan saya dengan menggunakan teknik EFT (Emotional Freedom Techniques). EFT adalah terapi psikologis dengan cara mengetuk (tapping) menggunakan ujung jari dititik-titik tertentu bagian tubuh kita, pada kasus saya, tapping kebanyakan dilakukan pada area wajah diseputar kening, tulang pipi, diatas bibir dan beberapa ketukan ditangan dan kepala. Saya dilatih untuk menggunakan EFT pada saat kecemasan dan rasa nyeri didada timbul dan itu sangat membantu sekali karena rasa cemas dan nyeri dapat muncul tiba-tiba yang sangat mengganggu aktifitas saya.

Sesi demi sesi hipnoterapi saya jalani, beberapa masalah digali, terapis menganalisa masalah dan kemudian menentukan teknik yang tepat untuk saya. Sugesti & afirmasi positif diberikan, saya dilatih menggunakannya kapan saja pada saat kecemasan datang. Afirmasi tersebut dibaca setiap pagi setelah bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur. Begini bunyi afirmasinya:

“ Hari ini saat ini aku tenang, hari ini saat ini aku bahagia, aku bebas dari perasaan gelisah, amarah, takut dan sedih, aku berkarya dengan penuh ketulusan dan kesungguhan, aku bersyukur atas nikmat Allah yang telah diberikan kepadaku.”

 Setelah berlatih dan rutin menjalani sesi hipnoterapi, perlahan-lahan saya mulai bisa mengontrol rasa cemas dan kepanikan sehingga perasaan saya menjadi lebih nyaman walaupun rasa nyeri didada saya masih datang, namun frekuensinya sudah mulai berkurang. Teknik Age Regression adalah salah satu teknik dalam hipnoterapi yang digunakan terapis dalam sesi hipnoterapi, teknik ini digunakan untuk mencari akar permasalahan yang berkaitan dengan gangguan pada kondisi fisik saya. Hasil analisa pun muncul self punishment dan unresolved problem adalah indikasi dari penyebab timbulnya gejala psikosomatis saya. Selain teknik age regression, teknik forgiveness therapy dan parts therapy digunakan terapis untuk mengatasi masalah saya.

Jujur saja, emosi saya sempat bergejolak ketika terapis melakukan Age Regression karena saya harus mengingat kejadian yang tidak mengenakkan dimasa lalu plus perasaan yang muncul pada saat itu. Tidak enak memang dan butuh keterbukaan dan kerjasama yang baik antara client dan terapis dalam hal ini, tapi alhamdulillah saya dapat melalui semuanya dengan baik.

Setelah melihat perkembangan saya dari sesi ke sesi, akhirnya sampailah saya pada sesi terakhir hipnoterapi (terapis menentukan waktunya) pada sesi tersebut saya dilatih untuk dapat melakukan self hypnosis agar saya independent terhadap masalah yang timbul setelah sesi maupun dimasa yang akan datang.

Sekarang, saya lebih mudah mengontrol kondisi psikis saya ketika menghadapi suatu masalah. Karena telah terbiasa berafirmasi positif maka pikiran negatif dapat saya eliminated secara otomatis dan tentu saja hal itu membuat saya lebih enjoy dan lebih ikhlas dalam menjalani hidup. Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan YME atas karunia-NYA yang tak terhingga kepada saya dan terima kasih kepada Mas Andri yang telah mengenalkan & melatih saya menggunakan hipnoterapi dikehidupan sehari-hari.

Wellcome to entire unlimited world!, Wassalam.,