Pengalaman Ibu Ani (Nama Samaran), Hipnosis dan Hipnoterapi selama masa kehamilan dan saat melahirkanUsia 26 Thn, di Kemayoran, Jakarta

wisdom hypnotherapy 5

Setelah menikah di bulan Desember 2008 , perasaan dan pikiran saya mulai

dirundung kegelisahan tentang ketidaknyaman jika seseorang mengandung atau memasuki masa kehamilan. Perasaan saya menjadi takut dan selalu khawatir, tepatnya pada setiap kali saya menjelang haid.  Untuk mengurangi kekhawatiran saya, saya telah membaca Materi Pelatihan-Materi Pelatihan yang berhubungan dengan masa kehamilan serta rajin bertanya baik ke sesama teman yang pernah mengalami kehamilan ataupun kepada keluarga saya dan suami saya.

Di bulan ke dua pernikahan saya, saya masih mendapatkan haid, saat itu perasaan saya antara senang dan tidak, perasaan itu serasa bercampur menjadi satu. Nah, di bulan ke tiga usia pernikahan saya tepatnya bulan  Maret 2009, saya positif dinyatakan hamil oleh dokter. Berita kehamilan ini tentunya saya sampaikan kepada kedua orang tua saya, rekan kerja dan tentunya kepada suami saya tercinta, saya sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kepercayaan kepaa kami.

Oiya, kebetulan suami tercinta saya adalah salah satu orang yang telah mempelajari hipnosis dan hipnoterapi dari Mas Andri. Tulisan ini akan menceritakan bagaimana suami saya dapat memotivasi diri saya dengan teknik-teknik hipnoterapi yang telah ia pelajari untuk mengatasi setiap ketakutan dan kekhawatiran dalam diri saya.

Saya masih teringat kondisi badan saya tepatnya di awal kehamilan, badan saya terasa sakit, ngilu bahkan terkadang sampai tak tahan dan sempat meriang, Saat itu, saya selalu mengeluh kepada suami saya hampir setiap hari sepulang beliau  kerja, namun dengan kesabaran suami saya, beliau selalu memberikan spirit dan dorongan agar saya tetap tenang dan bersyukur atas segala karunia dan amanah-Nya. Seakan-akan suami saya faham betul dengan kondisi saya dan kehamilan saya.

Setiap kali saya mengalami perasaan cemas disertai mual, saya dibimbing oleh suami saya untuk masuk ke kondisi hipnosis, secara perlahan-lahan saya mulai merasakan rilek dan sangat nyaman, suami saya terus memberikan sugesti-sugesti positif memberikan rasa percaya diri kekuatan dan ketenangan baik pada diri saya maupun pada si jabang bayi di dalam kandungan.

Setiap detik, setiap menit bahkan setiap harinya dalam menjalani kehamilan saya selalu berusaha untuk menyempatkan diri untuk berkomunikasi ke janin saya, saat makan, berangkat kerja, saat senang dan gembira saya selalu mengikutsertakan si jabang bayi, dan memberikan perhatian khusus di saat-saat tertentu. Memasuki bulan ke empat saya merasakan keberadaan si jabang bayi sudah mulai melakukan gerakan-gerakan halus dan kadang menggelitik di dalam perut saya.  Saya mulai dapat merasakan kehadiran si jabang bayi sejak trimester ke dua, bahkan saya telah merasakan kedekatan dan keakraban yang sangat kuat sekali dan anehnya saya juga dapat membayangkan dan berkomunikasi dengan wajah dan wujud aslinya janin saya tersebut.

Pada trimester ke dua atau memasuki bulan ke enam dari hasil pemeriksaan USG, letak palasenta atau tali pusar berada di bawah kepala si janin. Apabila kondisi plasenta tetap berada di bawah kepala si janin maka dapat di pastikan dokter spesialis kandungan akan melakukan tindakan penyelamatan bagi ibu hamil dan janinnya dengan cara sesar, tentu saja mendengar kabar tersebut hati dan perasaan saya menjadi panik dan bingung harus berbuat apa, rasa percaya diri untuk dapat melahirkan secara normal tiba-tiba hilang begitu saja.

Untunglah suami saya benar-benar seorang suami yang penuh dengan perhatian, teguh pendirian dan tidak gampang panik seperti saya, malam hari seusai kami melaksanakan ibadah sholat, kami berdoa yang dipimpin oleh suami saya dan setelah itu diteruskan dengan sebuah terapi yang dilakukan oleh suami saya dengan menggunakan teknik hipnoterapi untuk mensugesti diri saya.  Dalam kondisi yang sangat dalam, nyaman dan damai tersebut, suami saya membimbing, mengarahkan dan memberikan sugesti-sugesti positif untuk memperkuat dan menggeser letak plasenta. Di akhir sesi terapi tersebut kami berdoa untuk keselamatan dan kebaikan janin.

Seperti yang disarankan oleh dokter dua hari kemudian saya memeriksakan diri kembali dengan USG lanjutan, dan sungguh diluar dugaan kami, ternyata semua doa-doa kami di dengar oleh Allah dan di kabulkan, hasil dari pemeriksaan USG menunjukan bahwa plasenta atau tali pusar berada normal di sisi samping kiri sebelah atas. Terimakasih Tuhan, segala puja dan puji hanya untukmu.

Memasuki bulan ke tujuh, perasaan bahagia semakin besar, pemeriksaan ke dokter kandungan tetap lakukan sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dokter kandungan. Dari hasil pemeriksaan USG, janin yang berada dalam kandungan saya adalah laki-laki. Sujud syukur kami ucapkan atas karunia dan rahmat Allah yang telah mempercayakan semua ini pada kami.  Namun, saat itu saya masih ada keraguan dan kekhawatiran saat-saat melahirkan nanti, dalam hati saya ada pikiran negatif seperti apakah nanti anak kami lahir dengan sempurna ?

Hari demi hari hingga waktu untuk kelahiran anak kamipun sudah sangat dekat, saya merasa suami tercinta benar-benar terus memotivasi dan perhatian terhadap saya. Dukungan dan spirit dari suamilah yang menjadikan saya merasa nyaman dan yakin bisa melahirkan dengan normal dan lancar.

Semua sugesti positif seakan-akan datang dan membawa kekuatan pada diri saya pada saat-saat saya sangat membutuhkannya, di saat detik-detik melahirkan datang saya jauh lebih tenang, jauh lebih rilek dan saya merasa sangat siap untuk melahirkan apalagi dengan hadirnya suami di samping saya.

Alhamdulillah tepat pada pukul 01.37 menit hari selasa bulan November tahun 2009 lahirlah anak pertama kami secara normal dengan berat badan 3,2 kg dan panjang 50 cm, sosok laki-laki mungil dan tampan. Terimakasih Tuhan, terimakasih suamiku tercinta dan terimakasih juga untuk bapak Andri Hakim yang telah memberikan banyak pembelajaran kepada suami saya. Semoga kebaikan bapak mendapatkan pahala dan rahmat yang berkelimpahan. Amiin