Nikmatilah Sebuah Perbedaan

Sobat,

Perbedaan adalah anugrah yang indah dari Yang Maha Kuasa. Lihatlah lingkungan di sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa, dan segala keragaman ciptaan lain yang menghiasi dunia ini.

Coba bayangkan kalau kita hanya mengenal satu warna saja misalkan warna hitam saja! Bagaimana rasanya kehidupan kita ini? Mungkinkah kita merasakan keindahannya dunia ini?. Saya yakin tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan merasakan kehidupan semeriah dan seindah sekarang ini, betul?

Begitu pun dengan kehidupan, setiap kita selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan. Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.

Bahkan ada berbagai bentuk kejahatan pun bisa dimulai hanya karena adanya perbedaan. Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa, prinsip, konsep atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang terlahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain. Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Kalau semua orang menjadi produsen, siapa yang mau jadi sales dan siapa yang mau jadi konsumen?
Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?

Sobat,
Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Karena banyak hal positif yang bisa kita peroleh dalam perbedaan. Namun, tentu saja semua itu harus ada caranya.
Nah, bagaimana caranya ini? Kurang lebih mungkin seperti ini caranya:

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.
Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan yang ada sebagai kekayaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat. Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.
Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah untuk menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggungjawab terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.
Misalnya saat kita bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi, karakter, minat masing-masing yang berbeda-beda pada posisi ‘yang tepat’. Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.
Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain, perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan. Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi tidak bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.
Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain tidak akan menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. “Jadilah beton dalam sebuah bangunan.” Meski pun tidak nampak, namun sesungguhnya ialah yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan.

6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.
Perbedaan bias juga muncul karena informasi yang salah. Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus
lagi jika disertai bukti-bukti yang mendukung kebenarannya.

7. Koreksi pada diri sendiri juga hal penting.
Sikap dan tindakan kita untuk menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak membantu kita menjadi lebih baik. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana.

So………., berhentilah menyesalkan perbedaan. Karena jika tidak, kita akan kehilangan sumber kebahagiaan!