Meningkatkan potensi diri dengan Imajinasi

imajinasi

Beberapa anak kecil dengan riang gembira diberikan pertanyaan tentang cita citanya menggapai masa depan.

Budi: Nak, apa cita cita kamu?
Anak 1: Aku mau jadi dokter yang hebat (menunjukkan keyakinan yang tinggi dari raut mukanya)
Budi: Kalau kamu Nak?
Anak 2 : Aku mau jadi kapten Kapal, biar bisa mengarungi lautan yang luas
Budi : Kalau Kamu Nak?
Anak 3 : Aku mau jadi petani, biar bisa nanam padi
 

Pembaca yang bijak, seperti kita ketahui bersama, saat kita kecil, banyak impian yang kita ingin capai, kita bebas berkhayal, berimajinasi, dan bebas dalam mengespresikan apa yang kita inginkan. Saat itu saya senang sekali memakai baju supermen saya seakan saya mampu terbang dan benar-beanr menjadi tokoh idola saya. Saat itu, saya berkhayal menjadi seorang pahlawan yang mampu memberantas kejahatan di dunia ini.

Nah, pertanyaannya mengapa seiring dengan waktu, cita – cita hal itu semakin pudar, semakin hilang bahkan tidak sejalan dengan kenyataan yang ada.

Saya masih teringat saat kecil dahulu saya bercita-cita menjadi seorang dokter, ya dokter. Saya membayangkan bagaimana saya mampu menolong pasien saya hingga mereka tersenyum puas, dan saya dapat memakai baju putih ala dokter suatu saat nanti.

Akan tetapi dunia berkata lain, dunia membawa saya ke sebuah kondisi yang jauh dari keinginan dan cita-cita saya saat kecil.

Namun pertanyaannya apakah saya kecewa? jawabannya

“tidak perlu kecewa …pembaca yang bijak”

Kehidupan itu sudah ada yang mengatur, seperti matahari yang memberikan sinarnya setiap hari, seperti sinar rembulan yang berbagi sinarnya di malam hari. Itu semua berjalan dengan lintasannya masing-masing. Planet Mars tidak akan berganti lintasan dengan planet Bumi, dan begitu juga dengan Planet Bumi, ia tidak merubah lintasannya bergantian dengan Bulan. Itu semua merupakan proses alamiah yang selalu dan terus terjadi sampai waktu yang ditentukan nanti.

Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin berbagi bahwa Potensi diri itu tidak akan pernah berhenti pada titik tertentu, ia akan selalu berkembang sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada, ia selalu berinovasi tanpa henti menghasilkan produk unggulan yang berdaya tinggi.

Sebuah teknik yang kuno dan seringkali diperbincangkan selama ini bahwa “IMAJINASI…. is…. more Importan than Knowledge” seperti yang diungkapkan oleh “Einstein sang penemu E=MC2″, imajinasi lebih penting dari sebuah ilmu pengetahuan,  sebenarnya merupakan signal bagi siapa saja bahwa IMAJINASI layak untuk dipelajari dan dipraktekkan.

Namun pertanyaannya, BAGAIMANA dan APA yang harus saya lakukan dengan Imajinasi tersebut?

Imajinasi sebenarnya merupakan “KEBIASAAN” ya kebiasaan untuk menyempatkan waktu memikirkan hal yang belum pernah terpikirkan sebelumnya namun dilakukan dengan suasana hati yang riang dan pastinya tersenyum. Banyak orang yang beranggapan bahwa IMAJINASI itu sia sia karena hanya khayalan semata. Pendapat tersebut boleh-boleh saja, namun yang terpenting adalah mengapa einstein mengatakan hal tersebut diatas?

IMAJINASI dipercaya sebagai titik koordinat yang mempu mengarahkan seseorang untuk menggapai apa yang diinginkan. Seringkali kita takut berimajinasi, atau kita malas berimajinasi atau memang kita tidak pernah tahu apa sebenarnya imajinasi tersebut? oleh karenanya kita jarang menjadikan IMAJINASI sebagai sebuah kebiasaan baru.

Kebiasaan IMAJINASI boleh dikatakan sebagai kebiasaan yang mampu menunjang masa depan seseorang. Misalnya, seorang anak yang setiap hari belajar sebaiknya dilatih melakukan imajinasi kondisi dirinya 10 – 15 tahun kedepan, apakah ia mampu menembus perguruan tinggi ternama di dunia? atau ia masuk ke sekolah yang paling bergensi, dan jika itu semua ia raih, apa manfaat yang dapat ia rasakan?

IMAJANASI itu bukan sekedar memejamkan mata kemudian bebas berkhayal, namun IMAJINASI dapat dilakukan dengan mata terbuka akan tetapi pikiran Anda bekerja untuk menciptakan sebuah kondisi yang belum kita pikirkan sebelumnya.

Itu lah sekelumit tentang imajinasi, untuk mengetahui bagaimana teknik imajinasi yang ideal, silahkan membaca tulisan saya selanjutnya,

Salam Keberuntungan

Andri Hakim