Menguasai Teknik Pernafasan dalam Meditasi

andrihakimclass4A

Ciri khas Meditasi adalah melakukan seni pernapasan, yaitu berlatih untuk bernapas secara tepat. Pernapasan yang Anda lakukan adalah dengan napas perut, yaitu pada saat Anda menarik napas, rasakan perut mengembang dan pada saat mengembuskan napas, perut mengempis kembali.

Pernapasan ini sebenarnya merupakan pernapasan alamiah karena napas ini telah kita latih saat kita pertama kali dilahirkan di dunia ini. Namun, seiring dengan perkembangan usia kita, pernapasan perut perlahan-lahan digantikan dengan pernapasan dada.

Nah, untuk mengembalikan lagi sifat kealamian napas kita, istilahnya “ back to basic” alias kembali ke fitrahnya atau awalnya, kita perlu melatih napas perut kita secara berkesinambungan.

Nafas merupakan sumber kehidupan, dalam hatha yoga, sebuah teknik pranayama atau nafas merupakan kunci utama selain asanas (teknik postur tubuh). Kata prayanama terdiri atas dua bagian yaitu prana “ nafas” dan yama “ control”.

Jadi pranayama berarti pengontrolan nafas. Dalam pranayama aliran nafas keluar dan masuk melalui paru-paru dengan diatur sedemikian rupa hingga hasil yang terbaik. Nafas dihentikan pada akhir penarikan dan penghembusan nafas. Menghentikan nafas hanya boleh dilakukan beberapa saat saja, karena menghentikan nafas terlalu lama dapat menimbulkan akibat jelek pada kesehatan, walaupun  menahan nafas dengan porsi yang tepat dapat meningkatkan kesehatan.

Menurut penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Tim Litbang di Rumah Sakit Shang Hai Pertama, dalam buku yang ditulis oleh Dr. Pudjo Handoko yang berjudul Pengobatan Alternatif, mengembuskan napas dan menarik napas dengan menggunakan napas perut, ternyata membawa hasil yang berbeda pada organ tubuh. Berikut hasil penelitian tersebut.

  • Embusan Napas. Pada saat mengembuskan napas, denyut nadi jantung menjadi berkurang, tekanan darah menurun, gerakan usus bertambah, rangsangan terhadap endokrin dan aliran kencing meningkat, dan pada saat menarik napas tekanan darah akan naik.
  • Tarikan Napas. Ketika menarik napas yang panjang, oksigen dan udara bersih lebih banyak diisap dan diikat oleh darah merah, kemudian dibawa ke seluruh tubuh.

Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa teori kuno dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan modern, seperti yang telah ditulis dalam catatan kuno berikut.

  • Mengembuskan napas dapat mengurangi ketegangan dan sesak napas. Proses ini disebut sebagai xie/reduksi. Hal ini karena karbon dioksida dan sisa metabolisme berupa gas dikeluarkan melalui pernapasan hingga dada terasa lebih lega.
  • Menarik napas dapat membuat aliran chi dan darah jauh lebih lancar, juga meningkatkan chi pada ginjal. Proses ini disebut sebagai bu/tonofikasi.