Kusworo, Penyembuh Instruktur WisdomHypnotherapy, Penyatuan Doa dan Kekuatan Pikiran sebagai Kunci Realisasi

AndriHakim96

Perkenalan saya dengan dunia hipnosis dimulai sejak kecil, saat itu saya telah suka dengan hal-hal yang bersifat spiritual, olah batin, olah  energi, atau sejenisnya, Hal-hal tersebut membawa pengalaman, cerita unik, dan kepuasan batin bagi saya. Berbagai jenis ilmu kanuragan, ajian, amalan-amalan, bahkan mantra-mantra sudah pernah saya pelajari dari buku ataupun guru-guru saya. Namun, apapun yang kita pelajari akan sangat lamban bahkan tidak berpengaruh terhadap diri apabila hati dan pikiran tidak memiliki keyakinan. Oleh karena itu, kita harus meyakini dan percaya atas hal yang kita pelajari, barulah semua amalan tersebut bekerja sesuai dengan fungsi dan kegunaanya masing-masing.

Kunci dari semuanya adalah penguasaan pikiran bawah sadar, Semakin kuat pikiran bawah sadar, semakin cepat proses menuju arah keberhasilan. Karena semua bentuk afirmasi, mantra, dan amalan akan diwujudkan oleh bawah sadar kita ke alam realita. Untuk itu, sangatlah penting melatih bawah sadar, membuatnya menjadi lebih aktif, positif, dan lebih bermanfaat. Program-program bawah sadar bukan saja untuk hal-hal yang bersifat spiritual tetapi juga bermanfaat untuk kemakmuran, kesuksesan, karier, dan kebaikan kita baik di dunia terlebih lagi di akhirat nanti.

Awal Nopember 2007 lalu, saya mengikuti program pelatihan hipnosis dengan Bapak Andri Hakim CHt,CI. Beliau adalah seorang hipnoterapis yang handal, profesional, dan juga seorang motivator ulung. Dari beliaulah saya belajar hipnosis, memotivasi diri, belajar arti kekuatan diri sejati, kekuatan pikiran, atau lebih tepatnya pikiran bawah sadar kita. Alhamdulillah, dalam aktifitas dan kesibukan sehari-hari, kami masih bisa meluangkan untuk bertemu dengan rekan-rekan komunitas hipnosis untuk bersama-sama belajar, tukar pengalaman, dan saling mengisi dalam mengembangkan potensi diri.

Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Andri Hakim dan rekan-rekan yang lain, yang dengan ketulusannya membimbing dan memotivasi saya hingga akhirnya menjadi orang yang bermanfaat setidak-tidaknya buat keluarga, istri, dan anak tercinta. Saya menceritakan pengalaman ini agar rekan yang lain juga sadar bahwa kita diciptakan oleh Tuhan dengan sangat sempurna walaupun mungkin secara fisik ada cacat atau kekurangan, namun Tuhan menganugerahi kepada kita semua akal pikiran yang sangat luar biasa dahsyat.

Tiga tahun lalu menjelang pernikahan saya, tunangan, bapak, dan ibu calon mertua saya sangat berharap jika pada hari pernikahan tersebut ayah saya dapat hadir di tengah-tengah kebahagiaan untuk merestui pernikahan kita berdua, sadar atau tidak sadar dengan yakinnya saya menyanggupi harapan tunangan dan calon mertua. Hal itu adalah hal yang sangat sulit bagi saya, karena sudah hampir 10 tahun saya berpisah dari ayah tanpa sedikitpun ada kabar berita. Bahkan, kakak-kakak saya beranggapan bahwa ayah kami sudah meninggal. Waktu terus berjalan hari pernikahan kami kurang lebih tinggal lima bulan lagi. Sedangkan, keberadaan ayah pun tetap tidak ada titik terangnya. Kami sempat berpikir untuk mendaftarkan diri ikut dalam acara reality show yang ada di salah satu stasiun televisi, namun sebagian pihak keluarga kami tidak menyetujui dengan alasan menjaga kehormatan nama baik keluarga.

Tidak henti-hentinya kami sekeluarga berdoa kepada Tuhan untuk kepulangan ayah. Bukan demi pernikahan saya saja, tetapi yang lebih mendalam adalah rasa rindu kami kepada ayah. Rasanya waktu ini sudah begitu lama, perasaan bersalah selalu menghantui, kami tidak mau dicap sebagai anak yang durhaka terhadap orang tua sendiri.

Setiap malam saya berdoa untuk kepulangan ayah. Dibantu dengan teknik-teknik hipnosis, Pak Andri memberikan terapi menggunakan pikiran bawah sadar dan teknik visualisasi untuk memanggil ayah pulang. Sudah hampir tiga bulan saya melakukan channeling dengan ayah saya, tetapi tidak ada tanda-tanda akan kepulangan beliau. Sesekali saya mencoba menghubugi  keluarga yang berada di kampung tetapi tidak ada kabar juga. Dalam hati saya bertanya-tanya, “Apa yang salah dengan doa-doa dan afirmasi saya?” Segalanya sudah saya lakukan, tetapi belum juga ada kabar beritanya.

Sekitar pertengahan bulan Nopember 2008, saya mencoba untuk lebih spesifik lagi dalam afirmasi dan visualisasi ayah saya. Semua saya pasrahkan kepada Tuhan. Saya yakinkan saja, saat pernikahan nanti ayah hadir di tengah-tengah kami. Tujuh hari kemudia, saya mendapat telepon dari saudara di kampung, tepatnya paman saya. Dari beliau saya mendapat kabar bahwa semalam ia melihat ayah saya, bahkan sempat bercakap-cakap mempertanyakan kabarnya. Dari percakapan itu, sebetulnya keinginan pulang dan berkumpul kembali dengan anak-anak begitu besar, apalagi tiga bulan terakhir ini perasaan ingin kembali begitu kuat hingga akhirnya beliau mengunjungi adik kandungnya yang tidak jauh dari desa kami. Perasaan bersalah yang begitu besar membuat beliau tidak sanggup jika harus berhadapan dengan anak-anaknya, perasaan bersalah pula membuat ayah kami tidak mau menemui kami.

Dengan susah payah paman akhirnya dapat meyakinkan hati dan perasaan ayah, bahwa anak-anaknya tidak akan marah bahkan sudah lama mereka menanti dan berharap akan kepulangan ayah tercintanya.  Selanjutnya, paman mengatur waktu agar ayah bisa berbicara dengan saya lewat telepon. Akhirnya, dengan terbata-bata saya telepon ayah saya. Tidak ada kalimat yang terucap dari mulut saya kecuali isak tangis bahagia bisa bertemu dengan ayah walau hanya melalui pesawat telepon. Saya berjanji besok pagi kami akan pulang kampung dan sebelum kedatangan kami, ayah tidak boleh kemana-mana lagi. Perjalanan dari Jakarta ke kampung hanya delapan jam, tetapi rasanya begitu lama sekali seakan-akan perjalanan ini tiada berujung. Setelah sekian lama menempuh perjalanan, kami sampai juga di rumah. Kami bertemu dengan ayah, tangis haru tumpah ruah bahkan saudara dan para tetangga yang menyaksikan ikut terharu juga. Sepuluh tahun kami berpisah dari ayah yang menghilang tanpa jejak dan akhirnya kami bertemu kembali.

Terimakasih untuk rekan-rekan di Wisdom Hipnotherapy, terimakasih yang tak terhingga untuk pak Andri Hakim yang telah membantu baik doa atapun tekhik-tekhik bawah sadarnya hingga akhirnya ayah tercinta kami pulang dan berkumpul bersama-sama kami lagi, Terimakasih Tuhan, Engkau memberikan hadiah terindah bagi kami di hari pernikahan kami.

Leave a Reply