Hipnotis 1.300 Guru Dalam Kongres PGRI di Aula Gedung Zaitun Asrama Haji Sukolilo, Surabaya

oke3Jawa Pos, Minggu, 09 Mei 2010
Hipnotis 1.300 Guru
SUKOLILO – Andri Hakim meminta hadirin mengangkat tangan. Dengan cekatan, 1.300 guru yang memadati aula gedung Zaitun Asrama Haji Sukolilo kemarin (8/5) langsung menuruti instruksi itu. Para guru tersebut langsung mengangkat satu tangan mereka.

“Tenangkan pikiran Anda. Santai. Tarik napas dan lepaskan. Rasakan tiap embusannya,” kata pria yang dikenal sebagai seorang hipnoterapis itu. Sejumlah guru tampak tertidur. Tak berapa lama kemudian, dia meminta mereka untuk kembali bangun.

“Bagaimana rasanya? Lebih rileks?” tanya Andri yang disambut anggukan hampir semua peserta seminar bertajuk Peran Otak Tengah dan Hipnosis dalam Membantu Meningkatkan Kecerdasan.

Andri menyebutkan, apa yang baru dilakukan para guru itu adalah salah satu cara hipnotis ringan. Yakni, memengaruhi orang lain untuk menenangkan pikiran. Tujuannya, membuat pikiran lebih mudah fokus. Dengan demikian, konsentrasi dan hasil dari pembelajaran bisa maksimal.

Pembicara lain Hartono Sangkanparan menjelaskan, bila kerja otak tengah dimaksimalkan, akan mempertajam intuisi. Itu mungkin saja sanggup membuat seseorang bisa membaca tulisan tertentu dengan mata tertutup atau tanpa melihat secara langsung.

Dia meminta salah seorang anak yang sudah menguasai ilmu memaksimalkan fungsi otak tengah ke atas panggung. Anak tersebut memang terbukti mampu membaca sebuah tulisan tanpa melihat.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Sahudi yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan, seminar itu menjadi salah satu rangkaian acara Konferensi PGRI 2010. Tema konferensi tahun ini adalah Meningkatkan Mutu Pendidikan melalui Guru Sejahtera, Profesional, dan Terlindungi.

Sahudi menyambut positif kehadiran sang hipnoterapis untuk memberi wawasan baru bagi para guru. ”Itu juga menjadi cara alternatif guru untuk menenangkan murid dan mengajar dengan nyaman,” kata mantan guru SMAN 1 Glagah Banyuwangi tersebut. (rio/c12/fid)