Dalam hipnosis tidak ada kata “tidak sadar” yang ada hanya ” Menurunkan Aktivitas Berpikir seseorang”

www.wisdomhypnotherapy.com – Banyak sms yang ditujukan kepada saya , yang bertanya apakah pelatihan yang Anda selenggarakan benar-benar bisa membuat seseorang tidak sadarkan diri, seperti tayangan di televisi ???????? dan ada pula sms yang berkeinginan agar mereka bisa menghipnosis seseorang untuk menghilangkan ingatan orang lain serta dapat mengintrograsi istri dan anak-anaknya, dll

Pendapat dan pertanyaan mereka, seringkali merupakan hasil persepsi yang diperoleh dari “tontonan” hipnosis panggung di televisi.

Sebagai seorang hipnoterapis, tulisan ini akan memberikan penjelasan bahwa hipnosis tidak menghilangkan ingatan bahwa tidak ditujukan untuk membuat seseorang tidak sadarkan diri.

Kunci dari hipnosis adalah penggunaan kata “subyek” kepada orang yang dihipnosis yang berarti “orang yang dihipnosis” dalam keadaan “sadar” (aktif).

Seluruh literatur hipnosis dibelahan manapun menggunakan kata “subyek” kepada orang yang dihipnosisnya. Inilah mengapa diperlukan “sugesti“. Hal ini dikarenakan, orang yang di hipnosis dalam keadaan “sadar” atau “aktif”. Adapun kata ” tidur” yang digunakan dalam hipnosis adalah “tidurnya pikiran bawah sadar seseorang” yang berarti “adanya penurunan tingkat aktivitas berpikir seseorang”

Analoginya adalah sebagai berikut :

Saat Anda melakukan aktivitas secara bersamaan, sebagai contoh : mengemudikan kendaraan sambil menerima HP dan mendengarkan alunan musik, bahkan menyempatkan diri untuk melihat informasi siapa orang yang sedang melintas di trotoar jalan, maka sebenarnya tubuh dan pikiran Anda membutuhkan lebih banyak energi untuk melakukan seluruh hal tersebut.

Oleh karenanya sebelum Anda merasakan sebuah kepenatan dalam pikiran Anda, maka sempatkanlah untuk melakukan sebuah aktivitas tertentu yang sama sekali tidak berkaitan dengan aktivitas lainnya. Sebagai contoh, disaat pekerjaan Anda sangat membutuhkan tingkat berpikir yang tinggi, maka seringkali Anda malah mati-matian berjuang untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut, sampai-sampai bagi Anda yang menunaikan ibadah sholat dzuhur dan asar, Anda lupakan ditengah tingginya tingkat emosional Anda. Jika kondisi tersebut Anda lakukan hampir setiap hari, maka gelombang pikir Anda semakin lama semakin berkutat di Gelombang level pikiran Beta yaitu antara 24 – 14 cps (putaran otak per detik).

Disaat Beta, putaran berpikir seseorang menjadi lebih cepat dan namun kabar buruknya, dil evel pikir ini seseorang menjadi lebih emosional dan gegabah dalam melakukan sebuah tindakan. Inilah awal terjadinya stress/tekanan dalam diri seseorang.

Namun apabila seseorang mampu menuju ke gelombang pikir Alpa (menuju kondisi hipnosis), maka tingkat emosional seseorang menjadi jauh lebih stabil, kegelisahan, ketakutan, ketidak-nyamanan, dll perlahan-lahan mulai reda saat di gelombang pikir Alpa.

Putaran otak per detik saat seseorang masuk ke gelombang pikir Alpa berkisar antara 14-7 cps (cycle per second). Inilah yang dinamakan dengan “menghipnosis”, yang berarti bahwa “menurunkan kecepatan berpikir otak seseorang” Namun “bukan melemahkan seseorang untuk berpikir kreatif,” tetapi “memandu orang tersebut untuk memiliki fokus yang tajam” sekaligus memunculkan sebuah ide, gagasan dan daya krativitas tertentu.

Inilah mengapa Tuhan menciptakan sebuah tuntunan ibadah kepada hambanya, sebagai contoh disaat seseorang tengah berkutat dengan berbagai pekerjaan dan aktivitas yang memeras otak dan pemikiran di siang hari, maka Tuhan memberikan tuntunan Sholat Dzuhur dan Asar. Kedua tuntunan tersebut boleh jadi merupakan langkah preventif bagi manusia agar seseorang tidak terus menerus dalam kondisi Beta di setiap aktivitas kehidupannya.

Kegiatan keagamaan yang memang sama sekali dituntun untuk sementara meninggalkan pemikiran duniawi (pekerjaan, hutang, masalah di kantor, keluarga, dll) menjadikan seseorang menjadi fokus dan menuju ke kondisi alpha yang dapat menghilangkan tingkat stress dan emosi negatif seseorang

jadi kesimpulannya “Tidak ada yang tidak sadar dalam kondisi hipnosis,” “yang ada hanya “penurunan aktivitas gelombang otak”"

Salam hipnosis,

Andri Hakim