Bila Kenyataan Berbeda dengan Harapan…

www.wisdomhypnotherapy.com – Mungkin saat ini di antara kita ada yang tengah berada dalam “penjara kesulitan”. Dan kesempatan yang dimiliki terasa begitu kecil. Namun, Jangan berkecil hati, Jangan menyerah, Teruslah berusaha dan Tetaplah Semangat! Lakukan apa yang bisa dilakukan, sebaik-baiknya, dan sebenar-benarnya.

Ingatlah bahwa, KESEMPATAN SEKECIL APAPUN KESEMPATAN ITU MASIH MENUNJUKKAN MASIH ADANYA KESEMPATAN, YANG BERARTI MASIH ADA JUGA HARAPAN!

Banyak orang yang merasa frustasi karena kenyataan mereka tidak sesuai dengan impian. Sebagai contoh, ada seorang anak yang ingin kuliah di salah satu Universitas, tapi kenyatanya biaya tidak mencukupi, sehingga orang tua hanya bisa mengirimi uang seadanya bahkan kadang tidak terkirimi. Atau, mereka yang merantau ke kota besar, dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang berkelas nasional bahkan internasional dengan penghasilan yang besar, tapi kenyatanya yang didapatkan pekerjaan biasa-biasa saja dan apa adanya. Atau seorang pengusaha, yang mengharapkan kenaikan profit 10 kali lipat, namun malah mengalami kebangkrutan.

Kawan’s, seringkali apa yang kita harapkan, kadang memang tidak sesuai dengan kenyataannya. Kalau sudah begini, lalu apa yang harus kita lakukan?

Berikut ada beberapa tips yang bisa kita lakukan:

1. Fleksibel dan Dinamis

Dalam hidup ini banyak kejadian yang datang dan pergi dan seringkali tidak terduga, oleh karena itu lebih baik bila kita mempersiapkan diri untuk bisa bertindak secara FLEKSIBEL dan DINAMIS terhadap setiap perubahan yang terjadi.

Ada sebuah analogi sederhana, meski tidak seratus persen benar sebagai analogi kehidupan kita:

”Saat ada badai atau angin topan yang besar, tidak jarang kita melihat pohon yang memiliki batang yang sangat besar tumbang! Apa sebab? Sebab mereka tidak fleksibel. Karena tidak fleksibel maka tidak kuat menahan beban yang diterima. Namun coba tengoklah bambu! Karena batangnya yang lentur, maka bambu bisa fleksibel bergerak ke segala arah, dan menjadi lebih kuat untuk tidak tumbang.”

Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita bertindak dan berpikir dinamis dan juga fleksibel, maka kita akan lebih tahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan serta berbagai masalah yang datang.

2. Berpikirlah POSITIF dan MENERIMA!

Saat kenyataan tidak sesuai dengan harapan kita, TERIMA dan PERCAYALAH bahwa inilah yang terbaik untuk kita. Karena kita tidak pernah tahu skenario dan rencana yang telah ditetapkan-Nya. Karena, segala sesuatu yang menurut logika pikiran kita baik, bisa jadi justru sebaliknya bagi  Tuhan!

Berpikirlah selalu positif atas apapun yang terjadi pada diri kita. Jangan biarkan satu kegagalan membuat diri kita kecewa, apalagi sampai frustasi dan berlarut-larut dalam kesedihan. Tenggelam dalam suasana kesedihan terus menerus tidak akan menyelesaikan masalah yang ada, tapi justru akan lebih memperparah situasi dan kondisi kita. Karena suasana kesedihan kita menguras energi kita yang seharusnya untuk bangkit dan memperbaiki diri.

Kawan’s, ketahuilah bahwa emosi-emosi negatif yang terpendam dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan stres yang berkepanjangan, stres yang berkepanjangan selain akan menimbulkan masalah baru yang lebih kompleks dan lebih serius, juga bisa berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih berat. Stres berat yang berkepanjangan juga akan bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh dan tidak menutup kemungkinan menjadi pememicu timbulnya penyakit fisik yang berbahaya, seperti kanker, serangan jantung, darah tinggi, diabetus militus, dan berbagai penyakit berat lainnya. Melupakan kejadian negatif yang pernah menimpa kita memang bukan hal yang mudah, terutama bila kejadian negatif tersebut dari orang-orang yang terdekat (Orangtua, anak, suami/istri, saudara, dll).

Lalu apa dan bagaimana yang harus kita lakukan jika kita mengalami masalah seperti diatas? Cobalah untuk melihat kejadian tersebut dari kacamata yang positif, atau sudut pandang positif yang berbeda dari biasanya. Berpikir positif seperti ini memang tidak mudah, tetapi dampaknya memang sangat-sangat positif bagi diri kita, dan cara pandang seperti ini sangat membantu kita dalam menghadapi masalah psikologis yang kita hadapai. Lihatlah segala sesuatu dari kacamata yang positif.

3. Memaafkan

Tenggelam dalam Kesedihan yang berkepanjangan menjadikan kita menderita stres berat atau depresi, paling sering disebabkan oleh ketidak ikhlasan seseorang terhadap sesuatu kejadian negatif yang sedang atau pernah menimpa kita (minimal negatif menurut pandangan kita sendiri). Selain berpikir POSITIF dan MENERIMA terhadap setiap kejadian yang menimpa kita, baik itu dikarenakan kesalahan atau kelalaian kita sendiri maupun orang lain, akan lebih baik bila kita mampu memaafkan diri kita maupun orang lain sebagai penyebab kejadian negatif tersebut.

Memaafkan memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Dalam bersikap memaafkan perlu dasar hati yang rela menerima, berpikir positif, dan kadang kala harus berani terluka. Menyesali kesalahan, kekhilafan atau kelalaian kita di masa yang lalu itu baik selama kita menyikapinya dengan benar, supaya kita dapat mengambil pelajaran dari kesalahan dan kekeliruan yang pernah kita perbuat di masa lalu, sehingga kita berhati-hati dan tidak mengulanginya lagi di masa mendatang, sehingga kita dapat mengalami proses yang semakin menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Menyesali kesalahan kita secara berlebihan sehingga cenderung menyalahkan diri sendiri adalah perbuatan yang sangat destruktif, dan ketahuilah hal seperti ini tidak akan membuat kehidupan kita menjadi lebih baik.  Hal ini justru akan merusak diri kita sendiri, baik secara psikis maupun fisik. Secara psikis, orang yang terbiasa menyalahkan diri sendiri akan menjadi pemurung, tidak bersemangat, stres, sedih bahkan depresi.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk memaafkan diri sendiri sehingga kita dapat terbebas dari masalah-masalah tersebut? Kawan’s, tahu apa yang saya lakukan jika ada satu kesalahan atau keinginan saya tidak kesampaian? Saya biasa mengatakan demikian: “Sudahlah Bud, kamu tidak perlu kecewa atas kejadian-kejadian ini,  it is GOOD for you! Sekarang kamu dengarkan baik-baik, Tuhan pasti akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!

Tuhan tau kamu orang yg baik & bijaksana. Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dalam pemeliharaanNya!”
Atau bisa juga seperti ini: “Ya memang saya salah, saya merasa bodoh, tapi bila saya tidak mengalami peristiwa ini sekarang mungkin saya tidak akan mengetahui hikmah di balik peristiwa ini sekarang juga, sehingga bisa jadi saya akan melakukan kesalahan yang serupa ini di waktu yang lain namun mungkin juga dengan resiko yang lebih fatal, lebih berat dari ini. Berarti dengan peristiwa ini sebenarnya TUHAN masih lebih sayang dengan saya.”

Saya biasa mengatakannya di depan cermin dengan penuh keyakinan, tentunya saat saya sendirian! hehe… It works for me! :-) Yang saya lakukan ini adalah Afirmasi atau Self Talk.

Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli Hypnotherapy, afirmasi atau self talk itu akan ‘terekam’ oleh pikiran bawah sadar (subconcius) kita. Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan penuh keyakinan, maka kita SEDANG BERPROSES menjadi seperti yang kita ucapan itu adanya! Dengan kata lain, afirmasi atau self talk itu sama seperti DO’A.

Dengan cara berpikir seperti ini, maka kita berangsur-angsur tidak sekedar hanya menjadi lebih baik saja, namun juga bisa menghibur diri kita sendiri, dan menjadikan diri kita lebih bisa mengambil hikmah positif. Ingatlah, bahwa orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi orang yang selalu bisa mengambil hikmah positif dari setiap kesalahan atau setiap peristiwa tang terjadi

Salam Wisdom Hypnotherapy

Surabaya, Nono Budiono