Bangunlah Raga-Mu Wahai Indonesia-Ku

mr-happy

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Slogan tersebut yang terus memberikan semangat kepada diri kita akan pentingnya sehat secara jasmaniah. Namun terdapat hal yang perlu diperhatikan bahwa menuju ke sebuah pola hidup sehat dibutuhkan pandangan, pemikiran dan emosi-emosi menuju kearah yang sehat.

Seiring dengan kehidupan modern, mulai dari makanan instan, penggunaan zat pengawet dan pewarna pada makanan, gaya hidup tidak sehat, konsumsi multivitamin berlebihan, lama kelamaan dapat memperlemah daya kerja tubuh, menurunkan tingkat metabolisme dan sistem kekebalan pada tubuh. Inilah mengapa diberbagai negara berkembang, khususnya di Indonesia penyakit seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minuman beralkohol, obesitas cukup memprihatikan.

Sebagai contoh, untuk penyakit diabetes, menurut survei yang dilakukan WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat. Dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk, diperkirakan pada tahun 1995 terdapat 4,5 juta pengidap diabetes dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat menjadi 12,4 juta penderita[1]. Selain penyakit-penyakit tersebut diatas, gaya hidup tidak sehat seperti merokok memperburuk angka kesehatan di Indonesia. Data epidemi tembakau di dunia menunjukkan bahwa tembakau membunuh lebih dari 5 juta orang setiap tahunnya.

Jika hal ini berlanjut terus, pada tahun 2020 diperkirakan terjadi 10 juta kematian dengan 70 persen terjadi di negara sedang berkembang. Tingginya populasi dan konsumsi rokok di Indonesia, menjadikan negara tercinta ini pada tahun 2005, menduduki urutan ke-5 sebagai konsumsi tembakau tertinggi di dunia setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang dengan perkiraan konsumsi 220 milyar batang rokok. Gaya hidup lainnya yang cukup memprihatinkan seperti gizi berlebihan dan obesitas (kegemukan) ternyata Indonesia kini sudah seperti negara maju. Hasil riset kesehatan dasar ( Riskesdas ) 2007 ditemukan bahwa 19,1 persen penduduk berusia di atas 15 tahun menderita berat badan berlebih (overweight) dan obesitas.