Andri Hakim dan Hartono Sangkanparan, Pemacu Otak dengan Hipnotis (1)

Indopos, Senin 15 Maret 2010Bermula dari Keluarga, Belajar hingga ke Amerika Serikat

Yulistyo Pratomo

Hipnotis umumnya sering diasosiasikan sihir dan magic. Namun, bagi Andri Hakim, hipnotis adalah ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan hipnotis, kemampuan otak seseorang bisa dimaksimalkan sesuai dengan kapasitasnya.
Indopos, Senin 15 Maret 2010

Untuk memaksimalkan kinerja otak, ada 1001 cara yang bisa ditempuh. Terlebih, saat ini orang dapat meilih otak bagian mana yang ingin difungsikan dan dimaksimalkan. Salah satu metode Andri Hakim, adalah dengan metode hipnotis. Penulis sekaligus pelopor gerakan hipnotis di Indonesia ini yakin, hipnosis memiliki caranya sendiri untuk meningkatkan daya dan kemampuan otak dalam bekerja.

“Yang penting bagaimana orang bisa melihat dan seperti Tomy Rafael orangpun tahu siapa dia, bahkan tanpa dihipnotispun orang mau menurut, “katanya.
Teknik hipnotis yang dia kembangkan tersebut dilakukan agar setiap orang yang tengah membutuhkan bantuan bisa dengan mudah menerima saran dan sugesti yang diberikan. Sehingga sebuah informasi yang benar-benar dibutuhkan bisa diterima dengan baik tanpa ada kekurangan yang dapat menyebabkan kesalahpahaman.”Pengirimannya sebisa mungkin cepat dan tepat sehingga bisa mengubah pikiran orang dari beta menjadi alfa, “ tambahnya.

Pertama kali, teknik tersebut sudah diperkenalkan di AS. Dirinya belajar melalui salah seorang ahli di dalam negeri untuk dapat diaplikasikan dalam keluarganya. Hampir setiap ahli psikologi maupun psikiatri didatanginya untuk mendapatkan keahlian hipnotis tersebut. Tak puas menggali ilmu di tanah air, Andri ingin memperdalam teknik tersebut dengan belajar bersama Roberto Oto di negeri Paman Sam.

Kesadaran tersebut timbul karena ia menyadari telah memiliki keluarga yang harus dibina dan diberikan pendidikan yang tepat. Pria berusia 31 tahun itu berniat untuk menjadikan buah hatinya menjadi apa yang diinginkan olehnya sendiri. “Saya ingin dia tumbuh sesuai dengan bakatnya sesuai dengan karakteristiknya yang ia milikim tambahnya ketika ditemui di Gramedia Matraman, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Apalagi sejak mempersunting Ratih Arestikasari sebagai istrinya, ia sudah berkeinginan agar bisa memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia. Atas dorongan tersebut dirinya mulai mencari hal-hal yang daat dilakukannya dengan baik untuk mengurus keluarga kecil yang dibinanya itu. “Sebelumnya saya ingin memulai semuanya dari diri kita dulu baru bisa share (berbagi, red) kepada semua orang, “ ujar pria 31 Oktober 1978.

Untuk menerapkan teknik hipnotis, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah menggunakan bahasa yang tepat sehingga mudah dipahami. Dengan begitu, secara otomatis bisa berkomunikasi dengan mudah tanpa harus memaksakan kehendak yang ingin diberikan. “Klien kita dorong untuk berpikir melihat kesalahan apa yang dilakukan sehingga terpikir pula jalan keluar yang ada,” tuturnya.

Dari berbagai kasus klien yang pernah dia tangani, permasalahan yang paling sering dihadapi adalah sifat traumatik yang ditimbulkan akibat kesalahan yang pernah dilakukan pada masa lampau. Hal inilah yang membuat seseorang menjadi rendah diri dan terkadang malah ingin menghindar dari situasi yang sangat tidak menguntungkannya. Melalui metode tersebut dan mengembangkan otak tengah pula, setidaknya akan timbul keberanian dan mental yang bertanggung jawab.
Tidak seperti yang dilakukan oleh beberapa psikolog, ia memusatkan klien yang datang kepadanya tersebut sebagai seorang partner yang harus didengar. “Tekniknya hanya ngobrol saja, “ imbuhnya. Dengan menjadikannya sebagai pusat penyelesaian masalah, maka tidak ada pemaksaan nilai-nilai (bersambung).

Sumber : Visi Media